Welcome..!!!

Welcome To Gitche Yanti Malayani's Blog - Don't Forget to Comment And Share

Tuesday, September 18, 2018

"Melow Galau", Katanya

Entahlah, tapi akhir-akhir ini aku merasa terlalu gampang melow. Entah mengapa, tapi seperti aku punya kesedihan yang sangat sulit di jelaskan. Aku seperti tak ingat apa alasan dibalik terurainya air mata ini. Tapi dia mengalir begitu deras, dan menyesakkan.

Kata orang, akhirnya aku tiba pada masa dimana aku tak akan lagi galau. Tapi mengapa justru ini terasa menyedihkan. Bercerita pada siapa? Tak ada! Cuma bisa dipendam sendiri tanpa ada yang tau. Menangis sendiri, tanpa berharap adap yang mengerti. Perasaan ini terulang kembali. Duduk sendiri dengan kebingungan yang mengisi.

"Lalu aku harus apa?" Kalimat klasik yang sering muncul di otakku tanpa pernah menemukan jawaban meski secuil.

Sedih ini, sesak ini tak mampu aku pahami. Mengapa aku menangis bila tak ada alasan kritis? Mengapa terasa kecewa bila tlah kutemukan belahan jiwa.

Ingin marah, ingin teriak, tapi aku bisa apa?

Memahami diriku sendiri pun aku tak kuasa. Apa yang ku cari, hingga aku merasa kehilangan? Lalu apa yang aku tunggu hingga merasa tak lagi mampu?

Perasaan ingin dipahami, buatku terlalu mudah tak percaya diri.

Entahlah mungkin aku yang tak paham diriku sendiri.

Thursday, June 14, 2018

Lo itu SAMPAH!!

Orang kaya apa yang lo bilang sampah?

Jangan terlalu cepat bilang orang lain itu sampah. Hanya sampah yang berani bilang orang lain sampah. Karna orang yang bijak gak akan mandang rendah sekitarnya. Bahkan seburuk apapun mereka, gak pernah disebut sampah.

Lalu apa yang salah berteman dengan orang yang kalian sebut sampah? Bukankah kita harusnya berteman dengan siapa aja? Kalau pun ada hal yang salah sama mereka, bukannya lebih mudah ngasih tau dan bantu berubah ketika kita sudah bergaul bareng mereka?

Kemudian apa indikator orang yang jadi sampah? Kalo hanya karna 1 atau 2 hal, berarti semua orang adalah sampah. Karna tiap orang pasti punya sisi buruknya masing - masing. Tapi apa mereka sesampah itu dimata kalian?

Ketika kalian menilai dan menghakimi mereka sampah, maka kalian pun adalah sampah...

Intinya don't judge people. It's not you job to judge. Your task is to take them to Jesus. Shows what the truth is. Love your neighbors. Love your enemy.

Thursday, May 3, 2018

Eben Heazer Silaen 2

Dipostingan sebelumnya, kira-kira 3 post sebelum ini dengan judul yang sama ada yang comment minta part 2 nya. Well dengan berat hati gw akan menuliskan part dua dan mungkin terakhir dari kisah ini.

Setelah kejadian itu berlalu, gw cuma bisa berharap tipis bahkan berusaha gak berharap apa-apa. Tapi entah kenapa sekarang ini gw hampir gak gampang untuk suka sama seorang Advent (yang dimana ini adalah kriteria utama gw dalam mencari pasangan hidup yang sah). Jadi gw bisa bilang dia adalah orang advent terakhir yang pernah gw suka sampai saat ini. Suka dan berharap bahkan nama dia sampe gw sebut dalam doa gw.

Tapi mungkin saja Yang Mahakuasa gak berkehendak menjodohkan kami. Kadang gw berpikir kenapa harus muncul rasa suka kalo emang kami gak jodoh. Kenapa yah rasa suka itu gak muncul hanya ketika gw ketemu sama orang yang benar-benar di izinkan jadi jodoh gw. Rumit! Oke, back to topic.

Dan ketika gw udah ngerasa pupus, gak punya harapan sama sekali, ada di titik terendah bahkan dibawah 0, gw putuskan untuk menyampaikan semua rasa ini ke dia. Sebenarnya gw yakin banget kalo dia pun tau. Yah dan gw tau pasti kalo dia tau. Aahh, rasanya pengen nangis pas nulis ini.

Gw sampaikan gimana ceritanya gw bisa suka sama dia, dan kenapa gw bisa gak berani untuk ngomong sama dia, dan kenapa gw menghindar. Gw memang mengharapkan jawaban dari dia. Tapi gw tau itu gak akan terjadi. Jawaban dari seorang introvert parah, gak akan ada dalam hal kaya gini. Biasanya mereka memilih menerima keadaan aja, gak ada minat untuk merespon bahkan memperbaiki nya atau menuntut penjelasan.

Yah, dan memang gak ada sedikitpun respon dari dia. Kadang gw menyesal pernah ngomong itu sama dia, karna tiba-tiba muncul di pikiran gw kalo dia sama sekali gak peduli soal itu. Trus gw? Makin sedih!! Pengen meraung-raung rasanya. But, life must move on!

Lama gak denger kabar tentang dia, hingga kemudian gw ketemu sama temennya dan dia bilang bahwa cowo itu udah punya pacar! Iya, PACAR! Pengen nangis lagi? Bangeeeet!! Sedih hati adek, bang! Kok tega kali abang kasih berita ini sama adek. Tapi apa boleh buat, kalo bukan jodoh, ngapain ditangisi kepergiannya.

Sekarang yang bisa gw lakukan cuma berdoa dan berharap kalo Yang Mahakuasa bakal ngirim satu orang advent sebagai jodoh gw untuk gw sukain. Dan yang pasti harus bisa gw bawa ke masa depan. Amiin..

Semoga, abang baik-baik disana yah bang. Adek harap wanita itu adalah adek, tapi ternyata gak. Adek berdoa yang teraik buat abang.

Wednesday, May 2, 2018

Wahyu Haryadi 2018

Setelah 6 tahun gw menyukai seorang Country Manager tanpa pernah berani menatapnya lurus. Karna selama ini memang "aku hanya mampu melirik atau mengintip dari jauh" dan Jumat, 6 April 2018 dengan penuh keberanian dan bantuan dari banyak orang, gw berhasil minta tulisan dari dia serta foto bareng dia.

Iya, itu memang cita-cita gw sejak bertahun-tahun yang lalu. Sayangnya itu tak pernah tersampaikan sampai dimana gw mungkin tak ada waktu lagi untuk menunggu. Dan yang membuat gw bahagia adalah responnya yang sangat ramah dan ikut memberi kenangan manis dalam hidup gw. Meskipun hanya sebentar, tapi gw bersyukur dengan waktu yang sesaat itu.

Kalo ada yang nanya apa hal yang bikin gw ngefans banget sama pria ini, maka jawaban gw adalah lesung pipinya serta pembawaannya yang cool, senyumnya yang manis dan auranya dia. Ditambah cerita-cerita yang gw denger dari orang sekitar nya yang bilang dia itu sayang banget serta perhatian banget sama istri. Kebayang gak ketemu cowo kaya gitu?

Tapi untungnya dia bukan advent, bukan batak dan udah nikah plus punya anak. Jadi itu bikin gw cuma sebatas ngefans pake banget sama dia.

Nah, selama ini (seperti yang gw bilang di atas) gw cuma mengagumi dari jauh. Namun gw yakin banget kalo dia tau. Yaiyalah, kalo presdir gw tau, cerita anak muda apa yang gak bisa tersebar. Secara itu cs nya dia. Jadi udah pasti dikasih tauin. Udah gitu dia (presdir gw) suka godain gw didepan orangnya. Gimana lagi coba dia gak tau dengan rasa yang gw pendam2 ini. Makanya gw cuma brani dari jauh, karna malu!

Tapi karna gw udah mendekat last day di kantor, maka request utama gw adalah fotoan sama dia. Pengen gw print yang gede, trus gw pajang dikosan. *udah gila gw*. Gaklah, gak segitunya. Dihari terakhir gw, dengn bantuan anak buah dia kita berhasil ganggu dia pas meeting untuk sebentar ngisi buku last day gw dan foto bareng sama gw. Itu adalah pertama dan terakhir gw bisa foto sama dia.

Tulisan dia di buku itu rasanya bikin gw bahagia. Seolah semua tulisan yang lain itu gak penting. Yang penting cuma dia.

Thanks untuk mas Wahyu Haryadi yang udah ngasih gw sweet memory di hari terakhir dan thankyou untuk ucapannya.
Best day I ever had is this day

Thankyou buat teman2 yang udah bantu. Mba ana, mba Ade, mba Tri, mas Rendy dan semua teamny mba Ana.


I Love You all.

Friday, March 30, 2018

Surat

Dan oleh karna kegelisahanku yang masih kurasakan tentang dia yang dilambangkan oleh mawar biru maka aku berniat menuliskan surat ini untuknya. Surat ini bukan sekedar surat, tapi kata-kata yang ada disurat ini diambil dari ayat-ayat Alkitab. Kira-kira seperti ini isinya :

Teruntuk pria yang nun jauh disana.. 

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu (Fil 1:3). Namun, Hati sanubariku merana karna rindu (Ayub 19:27c). Sebab Allah adalah saksiku betapa dengan kasih mesra Kristus Yesus, merindukan kamu (Fil 1:8). Siang dan malam aku berdoa sungguh-sungguh supaya kita bertemu muka dengan muka (1 Tes 3:10). Hanya saja, Aku seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan (2Kor 10:1). Maafkanlah ketidakadilanku ini (2Kor 12:13c). Kau tau? Akal budi membuat seorang panjang sabar dan orang itu di puji karna memaafkan pelanggaran (Ams 19:11). Jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karna memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah (Kej 33:10). Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka (3 Yoh 1:14). Damai sejahtera menyertai engkau (3Yoh 15a)

Dari wanita yang ingin di anggap kehadirannya..

Jakarta, 2018

Aku berharap semoga dia memahami maksud dari tiap kata yang telah aku torehkan.

Thursday, March 29, 2018

Eben Haezer Silaen

Aku sedang menyukai seseorang. Akupun tak mengerti apa yang membuatku menyukainya. Sikapnya yang dingin ketika pertama kali aku menemuinya mungkin. Aku tak mungkin lupa tentang kali pertama aku bertemu dengannya.

Di lift lantai 1 menuju kelantai 4. Awal aku melihatnya dan muncul pertanyaan : "Siapa dia?". Seperti ada sesuatu yang menarik darinya. Dan aku tak butuh banyak alasan untuk menyukai seseorang. Ketika hatiku berkata aku suka, maka aku akan menyukainya. Tapi aku tak berharap banyak untuk lebih jauh, karna bisa saja itu pertemuan pertama dan terakhir kami. Jadi aku melupakannya. 

Namun takdir berkata lain. Itu bukan menjadi akhir, namun awal dari cerita ini. Sekitar 1 jam kemudian aku sadar bahwa ternyata kami menuju tempat yang sama. Kami punya acara yang sama. Kami berada di ruangan yang sama. Dalam sekejap aku berusaha menemukan namanya tapi tidak semudah itu. Tak kudapati namanya disana, entah karna terlalu banyak nama tapi intinya aku tidak menemukannya. Aku tersenyum tiap kali melihatnya. Berharap dia sadar akan kehadiranku. Hanya saja dia tidak sepeka diriku. Mungkin untuk ingat bahwa kami bertemu di lift saja, rasanya tidak mungkin. Hanya bisa berdoa. 

Sepanjang acara dia duduk di area kiriku. Ya, aku pasti tau. Karna aku memperhatikannya. Jika kau berkata aku berlebihan, tapi inlah diriku ketika menyukai seseorang. Aku sedikit bisa merasakan kehadirannya. Hingga sang pembawa acara menanyakan namanya dan aku pun tau. Iya, namanya Eben. Aku menemukan namanya di kertas absen - Eben Silaen. Aku berterimakasih kepada pembawa acara yang telah memberitahukan nama pria yang sedang ku perhatikan itu. 

Lima hari acara ini berlangsung membuatku sedikit sibuk memikirkan hal lain selain dirinya. Hingga hari terakhir aku benar-benar merasakan bahwa aku menyukainya. Berharap tau nomor hapenya secara langsung tapi aku gagal. Tidak, bukan berarti aku tak tau nomornya, tapi aku ingin menerima langsung dari dirinya. Aku tau, hanya bukan dari dirinya. Kami tergabung dalam group whatsapp. Jadi aku pasti tau. 

Aku menyukainya tapi itu bukan hal yang mudah. Seminggu aku berusaha melupakannya, tapi tetap saja rasa suka itu ada. Aku berpikir untuk melupakan rasa ini karna aku yakin itu tak mungkin terbalas. Iya, aku yakin itu mustahil. Tapi aku mau berusaha. 

Aku menghubunginya denga perasaan gentar, seperti seorang tentara yang sedang maju berperang dan tau dia akan gagal. Penuh rasa takut dan waswas. Temanku berkata : "jangan kalah sebelum berperang". Namun entahlah, aku sudah merasa kalah meski masih berusaha. Responnya memang seperti ekspektasiku, dan tidak seindah mimpi ku. Mimpiku terlalu mengada-ada. Tapi hatiku cukup senang ketika dia merespon dengan baik. Hanya saja aku tak berani memberitahukan namaku. Yah, tidak berani. Sangat amat tidak berani. Aku tau dia pasti mengenaliku, sayangnya aku tak tau apa kesan pertamanya padaku. Aku takut itu bukan kesan yang baik. Maka itulah alasan mengapa aku takut. 

Aku ingin membangun ulang kesan pertamanya padaku. Dan aku gagal! Beberapa hari kami hanya mengobrol singkat. Dia hanya menjawab apa yang aku tanya. Sakit! Tapi aku masih mau berusaha. Hingga kemudian tersebar berita bahwa dia sudah tau nama orang yang menghubungi nya (baca : namaku), dan itu makin membuatku gelisah. Benar saja, dia menyudahi semuanya. Semakin sakit! Rasanya usahaku gagal. Tak ada satupun yang bisa aku bangun dengan baik. Aku bisa apa? Tak ada! 

Dan hingga suatu kali kami bersama disebuah ruangan yang akhirnya kusadari hal itu. Yang aku sesalkan adalah momen itu tak bisa ku buat untuk membangun ulang kesannya tentangku. Aku, yang merasa kalah dan gagal, tak mengerti harus berbuat apa. Aku bahkan tak tau harus mengajaknya mengobrol atau tidak. Atau apa aku harus menyapanya. Pikiranku kalut! Aku tak pernah merasa segelisah itu. Aku seperti diawasi banyak mata. Takut kembali menyelimutiku.

Iyah, aku pengecut! 

Pengecut yang hanya mampu memandang dari jauh, menyukai dari tempat dimana dia tidak menyadariku. Aku pecundang yang tak bisa berjuang demi sesuatu yang sangat aku inginkan. Aku terlalu lemah hingga aku kalah sebelum berperang. Perasan itu masih sampai saat ini, namun entah dia akan mengerti itu atau tidak, aku tak tau. Aku hanya ingin tau apa yang dia pikirkan tentangku. Tidak, aku tak hanya ingin itu. Akupun ingin dia menyukai ku. Meski aku tahu itu mustahil. 

Jika Tuhan mengizinkanku, aku ingin menyampaikan ini langsung dihadapannya. Mengatakan bahwa aku masih menyukainya. 

Dia Eben Haezer Silaen.

Thursday, March 22, 2018

Hari-hari Terakhir

Menjelang hari terakhir dikantor ini rasanya biasa aja sih. Tapi pengen banget ninggalin kantor ini dengan menyenangkan. Pengen tetep di inget sama mereka yang masih stay disana. Sisa 2,5 minggu lagi.

Planning nya apa? Belum jelas sih. Tapi ada beberapa, cuma belum tau mana yang mau dilakukan. Mungkin bisa dimulai dengan refreshing dulu. Baru memperbaiki pola makan, pola tidur, check up dan lain-lainnya.

Mungkin sekarang gw mau ngeliat apa aja yang bisa gw lakuin setelah ini.

1. Keluar kota selama seminggu.
2. Mulai belajar tidur cepet dan bangun cepet.
3. Menjaga pola makan dan jenis makanan yang di makan.
4. Olahraga rajin.
5. Ikut KPA
6. Perbaiki cara belajar Alkitabnya.
7. Harus rajin baca buku Roh Nubuat.
8. Coba bikin kreatifitas
9. Belajar menjahit mungkin.
10. Ngedekor kosan
11. Ke perpustakaan kota.
12. Cari jodoh
13. Kayanya bisa nge apply ke mission nih..
14. Belajar masak.
15. Merajut!

Yang paling penting harus rehab dulu secara fisik. Kalo udah sehat, pasti bisa ngerjain smua yang di atas. Semangat Gie!!

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah meneringkan tulang.. :)